Pengalaman Wisata di Pusat Kota Bandung, Ternyata Murah Meriah
![]() |
Halaman Depan Masjid Raya Bandung |
Saya lahir di Bandung beberapa belas tahun yang silam, hehe. Dan, sangat terasa perbedaanya perkembangan tempat wisata dari dulu sampai ssrkarang. Bahkan, jangankan tempat wisata yang baru buka, tempat wisata yang sudah beberapa tahun exist pun seringnya belum saya kunjungi.
Dibilang sedih dengan keuangan, ya ngga juga :D. Hanya saja, seringnya merasa penasaran ada apa saja hal-hal yang menarik di tempat wisata tersebut.
Terkadang rencana tinggal rencana. Mungkin karena kendala transportasi , akhirnya saya merasa malas untuk menuju tempat -tempat wisata tersebut. Sebagai contoh tempat wisata yang ada di Bandung. Lebih efektif memang jika sekali jalan, saya dapat mengunjungi dua atau tiga tempat wisata. Hanya saja, karena jaraknya yang agak berjauhan, dan harus gonta ganti angkot plus ojeg. Akhirnya beberapa tempat wisata jadi terlewati.
Dan, pilihan terkahir akhirnya lebih memilih tempat -tempat wisata yang dekat dengan pusat kota saja, yang transportasinya lebih mudah didapat dan cepat, seperti contoh:
1. Alun-alun Kota Bandung
![]() |
Masjid Raya Bandung |
Tapi ,yang datang ke sini selalu ramai. Baik weekdays apalagi weekends. Mungkin karena tempat ini sudah menjadi ikonnya kota Bandung, jadi kalau belum datang ke sini belum sah ke Bandung. :D Untung, disekelilingnya banyak dijumpai makanan khas Bandung ,jadi ya gak rugi-rugi amat untuk datang ke iconic place yang Bandung punya.
Terkadang agak pusing juga dengan banyaknya pengunjung, tapi entah kenapa datang ke ainri menjadi keharusan. Malah berada di alun-alun pada pagi hari dan malam hari pernah saya alami. Ada yang sengaja datang dan kebetulan lewat .
Oh, ya. Para wisatawan bisa juga keliling Bandung dengan menggunakan BANDROS yang titik keberangkatannya berada di dekat alun-alun.
2. Museum Konferensi Asia Afrika
![]() |
Museum Konferensi Asia Afrika |
Jarak alun-alun ke museum hanya beberapa menit saja, mungkin kurang dari 10 menit. Masuknya gratis dan di dalam museumnya, banyak menerangkan tentang konferensi Asia Afrika. Ada juga theater room yang memutar film sejarah tentang konferensi asia-afrika.
Datang ke pasar baru, bukan berarti saya akan borong oleh-oleh Bandung, ya. Memang pasar ini sudah terkenal semenjak zaman dulu. Dan, barang-barang lengkap dan murah. Banyak barang-barang dan makanan khas Bandung yang dijual di sini.
Selain itu, berjalan dari alun-alun menuju pasar baru, menurut saya cukup menyenangkan. Panas memang kalau kebetulan datang pada tengah hari. Tapi, jika datang agak pagi atau menjelang sore, menyusuri jalan-jalan di sekitar sini cukup dapat mencuci mata. Bagi saya, bangunan-bangunan tua khas zaman dulu, baik pertokoan ataupun rumah tingga, sangat menarik hati. Seperti merasa beruntung saja, saya masih dapat melihat bangunan-bangunanbangunan-bangunan sebagai saksi sejarah yang mungkin tidak lama lagi akan digantikan oleh bangunan-bangunan baru.
4. Pasar Barang Antik
![]() |
Barang Antik di Pasar Cikapundung |
Nah, di dekat jalan braga atau alun-alun Bandung ada pasar cikapundung yang menjual barang-barang antik ini.
Itulah beberapa tempat wisata yang bisa didatangi di pusat kota Bandung. Jangan lupa mampir ya, teman .
Comments
Post a Comment