Mercusuar Tertua di Indonesia Ternyata Ada di Desa Cikoneng - Anyer

Kilas Sejarah

Mercusuar Cikoneng Anyer
Mercusuar Cikoneng Anyer
Mercusuar atau menara suar adalah bangunan yang berfungsi sebagai navigasi kapal laut. Biasanya mercusuar ini dibangun di daerah pinggir pantai untuk menandai bahwa daerah tersebut merupakan daratan atau area laut yang dangkal. Menurut sumber artikel yang saya baca, di Indonesia ada sekitar 281 mercusuar, dan yang tertua ternyata ada di Desa Cikoneng, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

Saya nyatakan tertua di Indonesia, karena berdasarkan berita yang saya dapat dari fanpage-nya Perpustakaan Nasional. Makanya saya mencoba untuk menulis artikel tentang mercusuar ini. 

Menurut "Kilas Sejarah" yang tertera di papan informasi di dalam Mercusuar Cikoneng - Anyer, pada tahun 1808-1809 Gubernur Jenderal Herman Willem Daendles memulai pembuatan jalan dengan rute Batavia - Anyer (Banten) untuk tahap pertama, dan pada tahun 1809-1810 di bangun jalan dengan rute Anyer (Banten) - Panarukan (Jawa Timur) sejauh 1000 km. Pembangunan jalan ini dimaksudkan untuk mempercepat tibanya surat-surat yang dikirim antar Anyer hingga Panarukan sebagai jalur pos atau jalan Pos raya (Grote Postweg).

Lalu, Apa hubungannya pembangunan jalan ini dengan Mercusuar Cikoneng - Anyer?

Nah, masih menurut sumber yang sama, di titik nol tempat dibangunnya jalan Anyer - Panarukan ini telah berdiri mercusuar. Ditambah dengan informasi yang tertera di papan informasi mercusuar ini yang menjelaskan bahwa mercusuar telah dibangun pada tahun 1806. Hanya saja mercusuar tersebut hancur akibat letusan gunung krakatau pada tahun 1883, dan hanya menyisakan pondasi dan sebagian kecil bagian mercusuarnya saja. Tak lama berselang, dua tahun kemudian dibangun kembali mercusuar baru, yaitu pada tahun 1885, yang merupakan hadiah dari Raja Belanda Z. M Willem III.

Cara Menuju Mercusuar Cikoneng - Anyer

Mercusuar Cikoneng Anyer
Mercusuar Cikoneng Anyer
Untuk menuju ke mercusuar Cikoneng - Anyer, sebenarnya gampang sekali, karena walaupun kamu tidak tahu dimana itu Desa Cikoneng, at least ketika kamu datang ke Anyer lewat Kota Cilegon atau Kota Serang, ketika kamu akan mendekati daerah Cikoneng - Anyer, dari kejauhan mercusuar ini sudah terlihat. Tapi, kalau kamu datang ke Anyer melalui Kecamatan Labuan, akan lebih jauh lagi untuk menuju Desa Cikonengnya.

Untuk transportasi dari Cilegon ataupun Serang, kamu bisa naik angkutan kota (angkot) sampai dengan Pasar Anyer. Dari (pasar) sini lanjut lagi menggunakan angkot jurusan Anyer - Labuan atau naik ojeg juga bisa.  Untuk ongkos angkot, jika tidak ada perubahan mungkin sekitar lima ribu rupiah untuk jurusan Serang - Cilegon (Pertigaan Mayofield), lima ribu rupah untuk jurusan Cilegon - Anyer (Pasar), dan tiga ribu rupiah untuk jurusan Anyer - Cikoneng. Tapi, untuk ongkos angkot jurusan labuan - Anyer (Cikoneng) mungkin sekitar dua belas ribu rupiah.

Tapi, kalau menggunakan kendaraan pribadi, baik motor ataupun mobil, akan lebih cepat dan praktis. Sewaktu saya datang ke Mecusuar Cikoneng - Anyer dengan menggunakan motor, waktu tempuhnya lumayan agak cepat, karena jalannya sudah bagus dan lebar.

Saya datang ke mercusuar ini sebanyak dua kali. Sebenarnya kalau cuma  lewat saja, mungkin lebih dari sepuluh kali, hanya saja untuk melihat masuk ke dalamnya baru dua kali. Dan, sayangnya sekarang para pengunjung mercusuar tidak boleh sampai ke tangga paling atas, hanya sampai lantai ke dua saja. Nah, di lantai dasar dan lantai kedua ini banyak sekai informasi tentang sejarah dibangunnya Mercusuar Cikoneng - Anyer dan mercusuar lainnya yang ada di Indonesia.

Tempat Wisata di Sekitarnya

Mercusuar Cikoneng Anyer
Pintu Masuk Mercusuar Cikoneng Anyer
Kalau membahas tempat wisata Anyer selain mercusuar, Wah tidak akan ada habisnya! Karena, pantai-pantai di daerah Anyer  bagus-bagus dan masih alami. Hanya saja, tergantung dari kamu, apakah mau pilih pantai berpasir atau pantai berkarang yang hanya bisa dipakai untuk kumpul-kumpul dan duduk-duduk menikmati keindahan pantainya saja.

Kalau, pantai yang berkarang, cocok juga untuk istirahat setelah melakukan perjalanan. Tapi, kalau saya biasanya lebih memilih pantai yang berpasir. Jadi, ketika datang ke pantainya bisa sambil main ombak ataupun mencoba olahraga air.

Untuk pantai berkarang, kamu bisa pilih pantai mana saja, karena banyak juga pantai-pantai dengan karakteristik seperti ini. Tapi, kalau pantai yang berpasir, kamu bisa memilih pantai yang memanjang dari mulai pantai sambolo sampai pantai pasir putih anyer sirih.

Ada, juga lembah hijau Bandulu yang bisa dijadikan tempat untuk berkemah baik keluarga ataupun untuk kegiatan sekolah. Dan, di daerah Anyer ini juga kamu bisa menuju Pulau Sangiang yang bisa dijadikan tempat untuk olahraga surfing, snorkeling, ataupun diving. Karena, dermaga untuk menuju ke pulau tersebut tersedia di daerah Anyer ini.

Ok, travel writer, selamat melihat Mercusuar tertua yang ada di Indoenesia dan berlibur di Anyer, ya!

Comments

Popular posts from this blog

Hiking ke Gunung Karang, Bisa Sambil Berkemah dan Belajar Sejarah

Wisata Religi ke Batu Quran Pandeglang Banten

Istilah Staycation Semakin Populer, Apakah Artinya?

Travel Blog Indonesia Untuk Kita Semua

Pantai Bandulu Anyer, Lebih Mantap Dikunjungi Setelah Matahari Terbenam

Titik Nol Kilometer Anyer - Panarukan

4 Hal Seru Yang Ada Di Pantai Bandulu Anyer