6 Tempat Wisata Terkenal Di Banten
Sobat Traveler,
Semua orang pasti bangga dengan daerahnya sendiri. Bukan hanya tentang kemajuan dari pembangunan daerahnya saja, tapi juga dengan tempat-tempat wisatanya yang mungkin telah lama eksis dan semakin dikenal.
Dalam segi pembangunan daerah, di Provinsi Banten bisa dikatakan sudah terlihat dengan baik, begitupun dengan perkembangan dari tempat-tempat wisata yang sekarang semakin dipercantik dan dipromosikan dengan baik agar semakin banyak wisatawan asing dan domestik yang datang.
Bukan hanya destinasi wisata yang telah lama ada, tapi di Banten juga mempunyai banyak tempat-tempat wisata yang baru, beberapa diantaranya adalah Kampoeng Jambu, dan Kampung Domba yang ada di Pandeglang. Ada juga tempat wisata yang sudah lama ada dan masih tetap exist dan terus dikembangkan seperti, Kolam Renang Mata Cikoromy, Batu Qur'an, Mercusuar, Situ Cikedal, Pantai Bandulu Anyer, dan yang lainnya.
Selain di Pandeglang, saya yakin di daerah Serang, Cilegon, Tangerang juga masih banyak tempat-tempat wisata baru yang bermunculan. Tetapi, dari semua tempat wisata tersebut, ada beberapa wisata yang menurut saya paling iconic yang mungkin selalu diingat ketika orang menyebutkan kata Banten. Tempat wisata apa sajakah itu?
Masjid agung Banten adalah salah satu masjid tertua di Indonesia. Masjid ini merupakan bagian dari sejarah Indonesia, terutama sejarah Banten. Berada di Kawasan Wisata Banten Lama, masjid ini menjadi tempat ziarah untuk makam Sultan Maulana Hasanuddin dan istrinya.
Masjid Agung Banten juga mempunyai sebuah menara dengan tinggi sekitar 24 meter. Ketika memasuki menara ini, hal unik yang akan Sobat Traveler temui adalah ketika menaiki tangga menara. Karena ukuran lorong tangganya yang sangat sempit. Mungkin hanya se-ukuran badan orang dewasa. Dengan ukuran tersebut, berarti tangga ini hanya bisa digunakan untuk satu jalur. Para peziarah yang akan turun atau naik, tidak bisa saling berpapasan, tetapi harus saling menunggu. Contohnya, jika ada peziarah yang akan naik tangga menara, mereka harus menunggu sampai peziarah lain turun, dan sebaliknya.
Pintu-pintu di masjid ini dibangun lebih rendah dari tinggi orang dewasa pada umumnya. Sehingga, ketika para peziarah akan memasuki masjid, mereka harus sedikit merunduk atau mungkin membungkuk. Tujuan dari direndahkannya pintu-pintu masjid ini adalah agar ketika akan beribadah menghadap Allah SWT kita harus merendahkan hati dan diri kita.
Selain pintunya, atap bangunan dari masjid ini bertumpuk lima. Mirip Pagoda China. Karena, memang arsitek dari masjid ini adalah arsitek dari China, yaitu Tjek Ban Tjut. Tetapi, yang terpenting dari atap yang bertumpuk lima ini adalah diartikan dengan lima waktu shalat; Subuh, Dzuhur, Ashar, Magrib dan Isya.
Sekarang, Masjid Banten ini semakin dikembangkan dengan baik. Seperti yang akhir-akhir ini telah dilakukan oleh pemerintah daerah, yaitu dengan cara merenovasinya sehingga tampilan masjid ini lebih modern, dengan tidak menghilangkan ciri khas dan nilai sejarah dari masjid ini. Dan, juga merelokasi pedagang-pedagang kaki lima yang ada di sekitar masjid.
Tanjung lesung sekarang telah menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK) yang dibanggakan oleh masyarakat Banten. Apalagi didukung oleh keadaan pantai yang sangat alami dan jauh dari keramaian.
salah satunya adalah Beach Club Tanjung lesung. Pantai ini menjadi incaran para wisatawan untuk berlibur atau hanya menghabiskan akhir pekan di sini. Keindahan pantainya memang juara, berbeda dengan pantai-pantai di sekitarnya yang biasanya berkarang dan berombak besar. Di becah club ini, pantainya berpasir putih, tidak berkarang dan ombaknya tenang.
Jadi para wisatawan lebih aman untuk bermain olahraga air, seperti snorkeling, banana boat, kayaking, dan berenang. Oh ya, memang sebagian pantainya berkarang di sekitar dermaga. Tapi, hal ini tidak mengganggu kegiatan para wisatawan yang beraktifitas di becah club-nya.
Akhir tahun 2018, Kawasan Tanjung Lesung mengalami kerusakan karena terdampak tsunami yang diakibatkan oleh erupsi gunung anak krakatau, tapi sekarang sepertinya sektor pariwisata di kawasan ini sudah mulai pulih kembali. Pantai, villa, dan homestay sudah siap dibuka kembali untuk menyambut para wisatawan.
Baduy merupakan suku asli yang mendiami daerah Banten, tepatnya berada di Kabupaten Lebak. Semakin majunya sektor pariwisata, kampung Baduy ini semakin dipromosikan bukan hanya oleh pemerintah daerah, tetapi oleh masyarakat sekitar dan juga wisatawan yang sudah berkunjung ke perkampungan Baduy ini.
Kesan baik yang didapat setelah mengunjungi suku Baduy banyak dibagikan oleh wisatawan melalui foto-foto yang di-share ke akun sosial medianya atau melalui tulisan-tulisan di blog. Biasanya hal yang dibagikan berupa keunikan rumah dan pakaian khas baduy, serta keindahan alamnya yang masih alami.
Tetapi ada hal penting yang harus Sobat Traveler pelajari ketika berkunjung ke Kampung Baduy ini, yaitu kehidupan yang dijalani oleh mereka. Masyarakat baduy memang terbagi dua, yaitu Baduy Luar dan Baduy Dalam. Nah, Kehidupan Baduy Dalam inilah yang banyak mendapat perhatian, karena kehidupannya jauh akan penggunaan teknologi. Makanan pun mereka jaga untuk tidak menggunakan penyedap rasa ataupun bumbu-bumbu masakan yang beragam, mungkin hanya penggunaan garam saja yang biasa mereka gunakan pada masakan. Penggunaan sabun, pasta gigi, detergen dan hal lain yang berkaitan dengan bahan-bahan tersebut tidak mereka gunakan juga karena dapat merusak lingkungan mereka yang memang sangat alami.
Berbeda dengan Kebiasaan Baduy Luar, mereka bahkan sudah ada yang memanfaatkan teknologi, seperti penggunaan alat komunikasi yang sudah canggih. Bahkan, Facebook, whatsapp, dan kendaraan umum sudah biasa mereka gunakan.
Mengunjungi suku Baduy ini sekarang bukan hanya mempelajari cara hidupnya dan keindahan alamnya, tapi banyak juga kerajinan tangan yang sudah banyak diproduksi dan dikembangkan lagi, seperti Batik Baduy, madu, kain tenun, dan juga kerajinan tas kulit kayu dan jaring yang sering dipromosikan pada event-event budaya di kota-kota besar di Indonesia.
Ujung Kulon merupakan sebuah kawasan konservasi badak bercula satu. Sobat Tarveler, harus bersabar juga untuk menuju kawasan ini, karena jaraknya yang sangat jauh, juga transportasi ke kawasan ini cukup sulit. Ada dua cara untuk mengunjungi kawasan ini, yaitu dengan cara trekking dan menggunakan perahu boat atau perahu tradisional.
Saya sebenarnya belum pernah mengunjungi kawasan konservasi ini, tapi jika dilihat dari pengalaman orang-orang yang sudah mengunjungi daerah ini, mereka sangat terpesona dengan keadaan alam yang daerah ini berikan. Jangan lupa untuk ijin terlebih dahulu ketika akan memasuki Ujung Kulon. Kantornya berada di Kecamatan Labuan, Kampung Caringin.
Untuk melihat Badak bercula Satu mungkin sangat sulit ya Sobat Traveler. Jadi, memang selain ingin melihat badaknya dan keindahan alamnya yang masih alami. Ada juga para wisatawan internasional atau pun domestik yang datang ke ujung kulon dengan tujuan untuk bermain surfing. Ombak di ujung kulon ini memang cocok untuk para surfer atau peselancar ombak yang sudah jago bermain surfing.
Pantai ini sudah ada semenjak beberapa puluh tahun yang lalu. Malah, seingat saya, sebelum adanya kawasan Tanjung Lesung, Pantai di Kecamatan Carita ini sudah banyak dicari dan dikunjungi karena pantainya yang masih alami. Sewaktu saya tinggal di Bandung, malah pantai di Kecamatan Carita ini yang banyak dikenal oleh orang.
Pantai-pantai di Kecamatan Carita sebenarnya cukup banyak pilihan, ada Pantai Lippo, Pantai Karangsari, Pantai Lombok Carita, Pantai Pasir Putih, dan yang lainnya. hanya saja untuk memudahkan pengucapan, banyak orang yang hanya mengucapkan Pantai Carita saja.
Pantai-pantai di Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, yang sangat iconic ini sering dikunjungi oleh rombongan keluarga dan menjadi tujuan study tour anak-anak sekolah juga. Walaupun banyak pantai-pantai lain yang bermunculan dengan terus mengembangkan tempatnya agar semakin menarik para wisatawan untuk datang, tampaknya Pantai di Carita ini tidak kehilangan pamornya, karena masih banyak wisatawan yang datang sampai sekarang.
Selain Kawasan Tanjung Lesung, Pantai-pantai di Kecamatan Carita, Pantai-pantai di sekitar Anyer juga terkena dampak tsunami pada akhir tahun lalu, tepatnya pada 22 Desember 2018. Seperti contoh, Pantai Bandulu, Pantai di depan Hotel Marbella dan Jayakarta, dan beberapa pantai di dekatnya. Walaupun dampak tsunami tidak separah di Kawasan Tanjung Lesung dan Carita, tapi dampak penurunan wisatawan ke Anyer menurun secara drastis.
Tapi sekarang, pantai yang sudah dikenal semenjak dulu ini, sudah semakin ramai dan hotel-hotel pun sudah dipenuhi oleh pengunjung. Sudah banyak aktivitas dan olahraga air di sekitar pantai yang sudah banyak dilakukan oleh wisatawan.
Pantai di Kecamatan Anyer ini menjadi tujuan wisata terutama oleh kota-kota besar di dekatnya seperti Jakarta, Tangerang, Bandung, dan lainnya. Memang pantai-pantai di Anyer ini cukup menarik perhatian karena banyak pantainya yang berpasir putih dengan memberikan fasilitas yang cukup lengkap. Hotel-hotelnya pun sudah banyak pilihan, dari yang bangunannya modern sampai yang terlihat tradisional.
Nah, Sobat Traveler, itulah tempat-tempat wisata di Provinsi Banten yang menurut saya sangat iconic yang sudah banyak dikenal oleh para wisatawan, terutama oleh masyarakat Banten itu sendiri. Walaupun, sekarang sudah banyak banget tempat-tempat wisata baru yang bermunculan. Tapi, yang terpenting adalah, keenam wisata yang saya sebutkan tadi masih banyak diingat dan dikunjungi oleh wisatawan jika mendengar kata Banten.
Semua orang pasti bangga dengan daerahnya sendiri. Bukan hanya tentang kemajuan dari pembangunan daerahnya saja, tapi juga dengan tempat-tempat wisatanya yang mungkin telah lama eksis dan semakin dikenal.
Dalam segi pembangunan daerah, di Provinsi Banten bisa dikatakan sudah terlihat dengan baik, begitupun dengan perkembangan dari tempat-tempat wisata yang sekarang semakin dipercantik dan dipromosikan dengan baik agar semakin banyak wisatawan asing dan domestik yang datang.
Bukan hanya destinasi wisata yang telah lama ada, tapi di Banten juga mempunyai banyak tempat-tempat wisata yang baru, beberapa diantaranya adalah Kampoeng Jambu, dan Kampung Domba yang ada di Pandeglang. Ada juga tempat wisata yang sudah lama ada dan masih tetap exist dan terus dikembangkan seperti, Kolam Renang Mata Cikoromy, Batu Qur'an, Mercusuar, Situ Cikedal, Pantai Bandulu Anyer, dan yang lainnya.
Selain di Pandeglang, saya yakin di daerah Serang, Cilegon, Tangerang juga masih banyak tempat-tempat wisata baru yang bermunculan. Tetapi, dari semua tempat wisata tersebut, ada beberapa wisata yang menurut saya paling iconic yang mungkin selalu diingat ketika orang menyebutkan kata Banten. Tempat wisata apa sajakah itu?
1. Masjid Agung Banten
![]() |
Masjid Agung Banten |
Masjid Agung Banten juga mempunyai sebuah menara dengan tinggi sekitar 24 meter. Ketika memasuki menara ini, hal unik yang akan Sobat Traveler temui adalah ketika menaiki tangga menara. Karena ukuran lorong tangganya yang sangat sempit. Mungkin hanya se-ukuran badan orang dewasa. Dengan ukuran tersebut, berarti tangga ini hanya bisa digunakan untuk satu jalur. Para peziarah yang akan turun atau naik, tidak bisa saling berpapasan, tetapi harus saling menunggu. Contohnya, jika ada peziarah yang akan naik tangga menara, mereka harus menunggu sampai peziarah lain turun, dan sebaliknya.
Pintu-pintu di masjid ini dibangun lebih rendah dari tinggi orang dewasa pada umumnya. Sehingga, ketika para peziarah akan memasuki masjid, mereka harus sedikit merunduk atau mungkin membungkuk. Tujuan dari direndahkannya pintu-pintu masjid ini adalah agar ketika akan beribadah menghadap Allah SWT kita harus merendahkan hati dan diri kita.
Selain pintunya, atap bangunan dari masjid ini bertumpuk lima. Mirip Pagoda China. Karena, memang arsitek dari masjid ini adalah arsitek dari China, yaitu Tjek Ban Tjut. Tetapi, yang terpenting dari atap yang bertumpuk lima ini adalah diartikan dengan lima waktu shalat; Subuh, Dzuhur, Ashar, Magrib dan Isya.
Sekarang, Masjid Banten ini semakin dikembangkan dengan baik. Seperti yang akhir-akhir ini telah dilakukan oleh pemerintah daerah, yaitu dengan cara merenovasinya sehingga tampilan masjid ini lebih modern, dengan tidak menghilangkan ciri khas dan nilai sejarah dari masjid ini. Dan, juga merelokasi pedagang-pedagang kaki lima yang ada di sekitar masjid.
2. Kawasan Tanjung Lesung
![]() |
Beach Club Tanjung Lesung |
salah satunya adalah Beach Club Tanjung lesung. Pantai ini menjadi incaran para wisatawan untuk berlibur atau hanya menghabiskan akhir pekan di sini. Keindahan pantainya memang juara, berbeda dengan pantai-pantai di sekitarnya yang biasanya berkarang dan berombak besar. Di becah club ini, pantainya berpasir putih, tidak berkarang dan ombaknya tenang.
Jadi para wisatawan lebih aman untuk bermain olahraga air, seperti snorkeling, banana boat, kayaking, dan berenang. Oh ya, memang sebagian pantainya berkarang di sekitar dermaga. Tapi, hal ini tidak mengganggu kegiatan para wisatawan yang beraktifitas di becah club-nya.
Akhir tahun 2018, Kawasan Tanjung Lesung mengalami kerusakan karena terdampak tsunami yang diakibatkan oleh erupsi gunung anak krakatau, tapi sekarang sepertinya sektor pariwisata di kawasan ini sudah mulai pulih kembali. Pantai, villa, dan homestay sudah siap dibuka kembali untuk menyambut para wisatawan.
3. Baduy
![]() |
Tugu Rangkasbitung |
Kesan baik yang didapat setelah mengunjungi suku Baduy banyak dibagikan oleh wisatawan melalui foto-foto yang di-share ke akun sosial medianya atau melalui tulisan-tulisan di blog. Biasanya hal yang dibagikan berupa keunikan rumah dan pakaian khas baduy, serta keindahan alamnya yang masih alami.
Tetapi ada hal penting yang harus Sobat Traveler pelajari ketika berkunjung ke Kampung Baduy ini, yaitu kehidupan yang dijalani oleh mereka. Masyarakat baduy memang terbagi dua, yaitu Baduy Luar dan Baduy Dalam. Nah, Kehidupan Baduy Dalam inilah yang banyak mendapat perhatian, karena kehidupannya jauh akan penggunaan teknologi. Makanan pun mereka jaga untuk tidak menggunakan penyedap rasa ataupun bumbu-bumbu masakan yang beragam, mungkin hanya penggunaan garam saja yang biasa mereka gunakan pada masakan. Penggunaan sabun, pasta gigi, detergen dan hal lain yang berkaitan dengan bahan-bahan tersebut tidak mereka gunakan juga karena dapat merusak lingkungan mereka yang memang sangat alami.
Berbeda dengan Kebiasaan Baduy Luar, mereka bahkan sudah ada yang memanfaatkan teknologi, seperti penggunaan alat komunikasi yang sudah canggih. Bahkan, Facebook, whatsapp, dan kendaraan umum sudah biasa mereka gunakan.
Mengunjungi suku Baduy ini sekarang bukan hanya mempelajari cara hidupnya dan keindahan alamnya, tapi banyak juga kerajinan tangan yang sudah banyak diproduksi dan dikembangkan lagi, seperti Batik Baduy, madu, kain tenun, dan juga kerajinan tas kulit kayu dan jaring yang sering dipromosikan pada event-event budaya di kota-kota besar di Indonesia.
4. Ujung Kulon
![]() |
Lautan Lepas di Desa Tanjung Jaya - Banten |
Saya sebenarnya belum pernah mengunjungi kawasan konservasi ini, tapi jika dilihat dari pengalaman orang-orang yang sudah mengunjungi daerah ini, mereka sangat terpesona dengan keadaan alam yang daerah ini berikan. Jangan lupa untuk ijin terlebih dahulu ketika akan memasuki Ujung Kulon. Kantornya berada di Kecamatan Labuan, Kampung Caringin.
Untuk melihat Badak bercula Satu mungkin sangat sulit ya Sobat Traveler. Jadi, memang selain ingin melihat badaknya dan keindahan alamnya yang masih alami. Ada juga para wisatawan internasional atau pun domestik yang datang ke ujung kulon dengan tujuan untuk bermain surfing. Ombak di ujung kulon ini memang cocok untuk para surfer atau peselancar ombak yang sudah jago bermain surfing.
5. Pantai di Carita
![]() |
Pantai Lippo - Carita |
Pantai-pantai di Kecamatan Carita sebenarnya cukup banyak pilihan, ada Pantai Lippo, Pantai Karangsari, Pantai Lombok Carita, Pantai Pasir Putih, dan yang lainnya. hanya saja untuk memudahkan pengucapan, banyak orang yang hanya mengucapkan Pantai Carita saja.
Pantai-pantai di Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, yang sangat iconic ini sering dikunjungi oleh rombongan keluarga dan menjadi tujuan study tour anak-anak sekolah juga. Walaupun banyak pantai-pantai lain yang bermunculan dengan terus mengembangkan tempatnya agar semakin menarik para wisatawan untuk datang, tampaknya Pantai di Carita ini tidak kehilangan pamornya, karena masih banyak wisatawan yang datang sampai sekarang.
6. Pantai di Anyer
![]() |
Pantai Bandulu - Anyer |
Tapi sekarang, pantai yang sudah dikenal semenjak dulu ini, sudah semakin ramai dan hotel-hotel pun sudah dipenuhi oleh pengunjung. Sudah banyak aktivitas dan olahraga air di sekitar pantai yang sudah banyak dilakukan oleh wisatawan.
Pantai di Kecamatan Anyer ini menjadi tujuan wisata terutama oleh kota-kota besar di dekatnya seperti Jakarta, Tangerang, Bandung, dan lainnya. Memang pantai-pantai di Anyer ini cukup menarik perhatian karena banyak pantainya yang berpasir putih dengan memberikan fasilitas yang cukup lengkap. Hotel-hotelnya pun sudah banyak pilihan, dari yang bangunannya modern sampai yang terlihat tradisional.
Nah, Sobat Traveler, itulah tempat-tempat wisata di Provinsi Banten yang menurut saya sangat iconic yang sudah banyak dikenal oleh para wisatawan, terutama oleh masyarakat Banten itu sendiri. Walaupun, sekarang sudah banyak banget tempat-tempat wisata baru yang bermunculan. Tapi, yang terpenting adalah, keenam wisata yang saya sebutkan tadi masih banyak diingat dan dikunjungi oleh wisatawan jika mendengar kata Banten.
numpang promote ya min ^^
ReplyDeleteBosan tidak tahu mau mengerjakan apa pada saat santai, ayo segera uji keberuntungan kalian
hanya di D*E*W*A*P*K
dengan hanya minimal deposit 10.000 kalian bisa memenangkan uang jutaan rupiah
dapatkan juga bonus rollingan 0.3% dan refferal 10% :)