Wisata Alam Semarang Siap Terima Wisatawan di Era Adaptasi Kebiasaan Baru
Sobat Traveler,
Sekarang ini, obyek wisata alam telah menjadi pilihan banyak orang sebagai tujuan berwisata. Pemandangan alam yang hijau dan udara yang sejuk menjadi kebutuhan bagi mereka yang ingin mencari ketenangan dan relaksasi.
Obyek wisata ini dipilih karena lokasinya yang jauh dari hiruk pikuk lalu-lintas dan suasana perkotaan. Jadi, akan menjadi tempat yang tepat untuk menyegarkan kembali badan dan pikiran dari sibuknya kegiatan sehari-hari dan penatnya pekerjaan.
Seperti obyek wisata alam yang berada di Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Obyek-obyek wisata yang bertemakan alam, seperti kolam mata air, pegunungan, dan suasana perkampungan semakin disukai dan menjadi tempat favorit berkumpulnya keluarga dan anak-anak muda. Dan, sekarang, semua obyek wisata ini telah siap menyambut wisatawan lokal dan domestik dengan menjalankan protokol kesehatan di era Adaptasi Kebiasaan baru (AKB).
Di era Adaptasi Kebiasaan Baru ini, ketika wisatawan akan memasuki kawasan Sunrise Hill, mereka akan diarahkan untuk mencuci tangan terlebih dahulu. Kemudian, akan ada pengecekan suhu tubuh dengan menggunakan thermo gun oleh petugas. Suhu tubuh yang diijinkan masuk berkisar antara 36,7 derajat hingga 37,5 derajat celcius.
Berbeda dari dua obyek wisata alam sebelumnya, Pemandian Alam Muncul hadir dengan menyajikan wisata kolam air alami. Bisa dibilang pemandian ini merupakan wisata murah meriah yang diminati banyak orang. Mungkin karena air di pemandian ini cukup jernih dan sehat tanpa kaporit.
Sekarang ini, obyek wisata alam telah menjadi pilihan banyak orang sebagai tujuan berwisata. Pemandangan alam yang hijau dan udara yang sejuk menjadi kebutuhan bagi mereka yang ingin mencari ketenangan dan relaksasi.
Obyek wisata ini dipilih karena lokasinya yang jauh dari hiruk pikuk lalu-lintas dan suasana perkotaan. Jadi, akan menjadi tempat yang tepat untuk menyegarkan kembali badan dan pikiran dari sibuknya kegiatan sehari-hari dan penatnya pekerjaan.
Seperti obyek wisata alam yang berada di Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Obyek-obyek wisata yang bertemakan alam, seperti kolam mata air, pegunungan, dan suasana perkampungan semakin disukai dan menjadi tempat favorit berkumpulnya keluarga dan anak-anak muda. Dan, sekarang, semua obyek wisata ini telah siap menyambut wisatawan lokal dan domestik dengan menjalankan protokol kesehatan di era Adaptasi Kebiasaan baru (AKB).
Ini nih obyek-obyek wisata alam di Kabupaten Semarang yang telah dapat dikunjungi!
Sunrise Hill, Bandungan
![]() |
Sunrise Hill, instagram @asridl_ |
Sunrise Hill menyuguhkan pemandangan khas pegunungan dan memiliki berbagai spot-spot foto yang menarik. Dikemas dengan nuansa alam yang kekinian, tempat ini dapat menarik banyak wisatawan untuk datang dan berwisata di sini.
Pemandangan gunung yang indah dan hijau adalah pemandangan yang paling juara di tempat wisata ini. Ditambah, spot foto yang instagramable menjadi incaran para Generasi Millenials dan Zillenials yang ingin segera mengunggah foto-fotonya di akun media sosial mereka. Spot-spot foto favoritnya adalah berbagai ikon dunia, seperti replika Menara Eiffe, Kincir Angin Belanda, rumah -rumah unik, patung-patung karakter, dan masih banyak lagi.
Pemandangan gunung yang indah dan hijau adalah pemandangan yang paling juara di tempat wisata ini. Ditambah, spot foto yang instagramable menjadi incaran para Generasi Millenials dan Zillenials yang ingin segera mengunggah foto-fotonya di akun media sosial mereka. Spot-spot foto favoritnya adalah berbagai ikon dunia, seperti replika Menara Eiffe, Kincir Angin Belanda, rumah -rumah unik, patung-patung karakter, dan masih banyak lagi.
Tersedia juga spot foto yang bernuansa Negeri Sakura, Tiongkok, dan Korea. Dengan menyewa baju tradisional khas negara-negara tersebut sebesar Rp. 50 ribu, mereka sudah seperti berada di luar negeri. Untuk anak-anak, tersedia kolam renang, komidi putar, Sky Merry, dan wahana lainnya yang membuat anak-anak betah untuk bermain.
![]() | |
|
Di era Adaptasi Kebiasaan Baru ini, ketika wisatawan akan memasuki kawasan Sunrise Hill, mereka akan diarahkan untuk mencuci tangan terlebih dahulu. Kemudian, akan ada pengecekan suhu tubuh dengan menggunakan thermo gun oleh petugas. Suhu tubuh yang diijinkan masuk berkisar antara 36,7 derajat hingga 37,5 derajat celcius.
Penggunaan hand sanitizer juga sangat disarankan kepada setiap wisatawan di tempat-tempat yang telah disediakan. Dan, semuanya dilakukan dengan tetap menjaga jarak aman.
Tempat ini juga secara teratur disemprot disinfektan untuk sterilisasi, terutama pada area umum. Penyemprotan dilakukan oleh petugas yang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker dan face shield. Jadi, wisatawan akan tetap merasa aman untuk bermain dan menggunakan fasilitas umum.
Tempat ini juga secara teratur disemprot disinfektan untuk sterilisasi, terutama pada area umum. Penyemprotan dilakukan oleh petugas yang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker dan face shield. Jadi, wisatawan akan tetap merasa aman untuk bermain dan menggunakan fasilitas umum.
![]() |
Protokol Kesehatan di Sunrise hill, kabsemarangtourism.com |
Sunrise Hill berada di dekat kawasan Candi Gedong Songo, hanya berjarak sekitar 450 meter. Lokasi tepatnya yaitu di berada di Jalan Candi Gedong Songo, Tlogosari, Banyukuning, Bandungan. Obyek wisata ini buka setiap hari Senin - Minggu, mulai pukul 08.00 - 18.00 WIB. Dan, untuk tiket masuknya dikenai biaya sebesar Rp. 30 ribu per orang.
Untuk transportasi umum, wisatawan domestik yang berangkat dari Stasiun Tawang harus naik Bus Trans Semarang jurusan Ungaran, dan turun di Pasar Ungaran. Kemudian, lanjut naik bus jurusan Bawen, dan turun di SPBU Lemah Abang. Dari sini, harus naik angkot lagi yang berwarna hijau jurusan Bandungan. Ketika turun di Bandungan, bisa naik ojek untuk menuju ke Sunrise Hill.
Pondok Panorama dan Pondok Kopi
![]() |
Pondok Panorama, instagram @umbul.sidomukti |
Masih berada di dataran tinggi, obyek wisata yang bertemakan alam selanjutnya adalah yang berada di Kawasan Wisata Umbul Sidomukti, yaitu Pondok Panorama dan Pondok Kopi. Dua tempat wisata ini menyajikan pemandangan pegunungan dan suasana alam menyejukkan.
Pondok Panorama merupakan sebuah villa yang berada di ketinggian 1200 mdpl di lereng Gunung Ungaran. Villa ini menjadi the best getaway buat wisatawan yang ingin menghabiskan waktu weekend atau liburannya untuk mendapatkan quality time bersama keluarga.
Di sini, tersedia pilihan Small dan Medium Villa untuk keluarga dengan jumlah anggota 4 orang. Rate harga villa-nya berkisar antara Rp. 725 ribu - Rp. 900 ribu saat weekdays dan Rp. 900 ribu - Rp. 1.250 juta saat weekends. Harganya sudah termasuk sarapan, pelayanan kamar, wifi, dan fasilitas lain yang menarik.
![]() |
Pondok Panorama, instagram @umbul.sidomukti |
Yang luar biasa dari Pondok Panorama ini adalah pemandangan lereng gunung dan taman yang ditata dengan rapi. Duduk-duduk di teras villa atau di taman tidak akan membuat bosan. Hijau dan sejuk!
Sedangkan, Pondok Kopi adalah salah satu cafe yang lagi hits di kawasan ini. Cafe ini menawarkan berbagai macam minuman kopi nikmat yang diolah secara tradisional, seperti kopi tubruk, kopi jahe, kopi susu, dan kopi susu jahe dengan harga mulai dari Rp. 18 ribu.
Ditambah dengan sajian Espresso Based Coffee yang membuat pilihan rasa kopi semakin beragam, seperti Cappucino, Coffe Latte, Caramel Machiato, Picollo, dan rasa yang lain dengan harga berkisar antara Rp. 21 ribu - Rp. 70 ribu.
Untuk pilihan kopi yang ditawarkan adalah Arabika Sidomukti, Arabika Temanggung, Java Robusta, Luwak Liar Aceh dan kopi-kopi lainnya yang berasal dari Indonesia Bagaimana Sobat Traveler? Penasaran mencicipinya, kan?
![]() |
Pondok Kopi, instagram @stormich |
Bukan, hanya sekedar menikmati secangkir kopinya saja, tapi di sini ada banyak spot selfie dan fotografi yang keren dan tentunya sangat disukai oleh anak-anak Millenials dan Zillenials. Karena Pondok Kopi buka sampai malam hari, menikmati bintang-bintang di langit dengan suasana dingin Gunung Ungaran adalah the best moment.
Pokoknya, datang ke Pondok Kopi menjadi paket wisata komplet. Wisatawan bisa minum kopi dan nongkrong bersama teman-teman sambil menikmati pemandangan alam yang indah dengan view lembah, pesawahan, dan pegunungan.
Baik di Pondok Panorama atau pun Pondok Kopi telah menerapkan protokol kesehatan di era Adaptasi Kebiasaan Baru. Pengecakan suhu tubuh dilakukan di dalam mobil atau di atas motor para wisatawan. Jadi, mereka tidak usah repot-repot untuk turun dari kendaraannya.
![]() |
Protokol Kesehatan di Umbul Sidomukti, kabsemarangtourism.com |
Bukan hanya kepada wisatawan saja, tapi pegawai dan staff yang masuk ke kedua tempat ini pun suhu tubuhnya dicek terlebih dahulu. Dan, petugas secara rutin menyemprotkan disinfektan dan membersihkan meja dan kursi yang telah digunakan wisatawan atau tamu dengan memakai face shield, masker, dan sarung tangan.
Wastafel untuk mencuci tangan dan hand sanitizer sudah pasti tersedia di sini. Dan, yang paling modern adalah segala transaksi yang dilakukan di sini menggunakan transaksi Non Tunai dengan tetap menjaga jarak aman saat bertransaksi.
Yuk, weekend ini mulai datang ke Pondok Panorama dan Pondok Kopi di Kawasan Wisata Umbul Sidomukti yang beralamat di Desa Sidomukti, Jimbaran. Kecamatan Bandungan, Semarang 50661. Untuk transportasi, wisatawan domestik, sebenarnya lebih nyaman menggunakan kendaraan sendiri, baik mobil ataupun motor, atau menggunakan kendaraan rental bersama keluarga dan teman.
Pemandian Alam Muncul
![]() |
Pemandangan di Pemandian Muncul, wisataexplore.com |
Airnya juga sangat bersih karena langsung berasal dari mata air pegunungan. Makanya, di Pemandian Alam Muncul sering diadakan tradisi daerah yang dinamakan Padusan. Istilah ini berasal dari kata adus yang berarti mandi.
Kegiatan ini biasanya dilakukan ketika akan menjelang bulan suci Ramadhan. Jadi, masyarakat akan mandi atau Padusan di Pemandian Alam Muncul untuk menyucikan diri, membersihkan jiwa dan raga, agar nantinya ketika menyambut bulan Ramadhan kita dalam keadaan suci dan bersih.
Dengan melakukan tradisi jawa yang dilakukan secara rutin, akhirnya menjadi daya tarik para wisatawan untuk datang dan berenang ke objek wisata alam ini.
![]() |
Pemandian Alam Muncul, kolammuncul.business.site |
Selain karena tradisi, tempatnya yang dikelilingi gunung menjadikan lingkungannya menjadi indah. Sambil berenang, wisatawan bisa sambil menikmati indahnya pemandangan gunung.
Jika sedang berfoto-foto, ini akan membuat background foto semakin bagus. Apalagi, jika cuaca sedang cerah. Bentuk dan hijaunya gunung ini dapat terlihat dengan sempurna.
Penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Pemandian Alam Muncul sudah dilakukan dengan baik. Terutama, pembatasan pengunjung agar tidak terlalu ramai dan bisa saling menjaga jarak.
Lokasi Pemandian Alam Muncul berada di Jalan Raya Muncul, Desa Rowoboni, Kecamatan Banyu Biru. Berjarak kurang lebih 4 Km dari Kota Semarang. Tiket masuknya Rp. 5 ribu saat weekdays dan saat weekends akan dikenai biaya masuk Rp. 7.500.
Nah, Sobat Traveler. Itulah Obyek-obyek wisata alam di Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah, yang telah dibuka dan siap menerima wisatawan lokal dan domestik lagi untuk bermain dan berlibur di Kota Lumpia ini. Dan, tentunya semua obyek wisata ini telah menerapkan protokol kesehatan di era Adaptasi Kebiasaan Baru.
Happy Traveling!
Wisata kabupaten Semarang ini memang menarik semuaa. Baru beberapa yang pernah kukunjungi seperti umbul sidomukti, itu bagusss banget.
ReplyDeleteIya mba. Cukup menarik.
DeleteDan masih bnyk yg belum di eksplorasi